Wednesday, October 25, 2017

Bromo Tengger Semeru Ultra (BTS 170K) - Interview and Prediction

Kurang lebih seminggu lagi series ke-3 Grand Slam Trail Running Indonesia akan berlangsung, ini akan sangat menarik karena peserta di tahun ini mencapai lebih dari 1000 peserta. Bromo Tengger Semeru Ultra tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-5, semenjak pertama kali dimulai pada tahun 2013. Dulu awal penyelenggaraan hanya ada 3 kategori yang dilombakan, yaitu 50K, 102K, dan 165K. Setahun setelahnya sedikit berubah dan bertambah kategori menjadi 30K, 70K, 102K, dan 170K. Format ini bertahan hingga sekarang di penyelenggaraan yang ke-5.

Saya akan mencoba mengulas kategori 170K yang merupakan kategori terpanjang di race ini, kategori yang akan menikmati keindahan Bromo Tengger Semeru dari perspektif yang berbeda, perspektif pelari yang dituntut harus menyelesaikannya dalam waktu 46 jam.

Jarak Lomba : 170 Km
Total Kenaikan Elevasi (D+)  : 10.000 Meter
Poin Itra : 6 Poin (nilai BTS 170K adalah 270, dan nilai 190 keatas akan mendapatkan poin itra 6)
Total Water Station : 17 WS
Cut Off Time : 46 Jam
Waktu Start : 3 November 2017, Jam 17:00 WIB
Tempat Start : Cemoro Lawang - Lava View (2.240 mdpl)

Friday, September 22, 2017

UTMB - Petite Trotte à Léon 2017

Ketika 9.000 pelari di seluruh dunia berkumpul dalam perhelatan akbar lari trel bernama UTMB (Ultra Trail du Mont Blanc), Chamonix akan menjadi kota kecil terpadat di pinggiran Perancis yang berbatasan dengan Swiss dan Italia karena ribuan orang berkumpul untuk menikmati dan menyaksikan acara yang diadakan setiap tahun di musim panas. Ada 5 kategori yang dilombakan di UTMB, diantaranya : OCC (Orsières-Champex-Chamonix) yang berjarak 55 Km D+3.300 meter, CCC (Courmayer-Champex-Chamonix) yang berjarak 101 Km D+6.100 meter, TDS (Sur les Traces des Ducs de Savoie) yang berjarak 119 Km D+7.250 meter, UTMB (Ultra Trail du Mont Blanc) yang berjarak 167 Km D+9.600 meter dan terakhir PTL (Petite Trotte à Léon) yang berjarak 300 Km D+ 26.500 meter.

Untuk mengikuti event akbar tersebut diperlukan kualifikasi yang dinilai dalam bentuk point dan ranking ITRA. untuk 3 besar rangking ITRA setiap negara akan otomatis lolos kualifikasi jika point yang diperlukan terpenuhi. UTMB memerlukan minimal 15 point dari maksimum 3 race, CCC dan TDS memerlukan 7 point dari maksimum 2 race, OCC memerlukan minimal 3 point dari maksimum 1 race, dan PTL tidak memerlukan point tetapi dengan ketentuan khusus. Setelah point kita mencukupi, baru kita bisa daftar dan kemudian berdoa supaya hasil drawingnya memihak kita, terkecuali 3 besar per negara seperti yang sebelumnya saya bilang.

Tahun 2017 Indonesia mengirimkan perwakilannya di event UTMB sebanyak 18 orang, merupakan kontingen terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Yang mewakili indonesia diantaranya :
OCC : Geryno dan Nanang Handoko
CCC : Wingky Faisal, Ina Diana, Rini Sugianto dan Novita Wulandari
TDS : Rhenaldi Firdaus dan George Surjopurnomo
UTMB : Arief Wismoyono, William dan Mila Marlina
PTL : Team Indonesia ( Hendra Wijaya, Fandhi Achmad dan Dzaki Wardana
          Team Anak Bawang ID (Abdul Aziz Dermawan, Eni Rosita dan Alan Maulana)

Saya bangga menjadi bagian team INDONESIA yang berlaga di UTMB, banyak pengalaman seru yang saya dapatkan dan tentunya rasa kekeluargaan yang begitu kental selama mengikuti event ini. Banyak hal yang akan saya coba ceritakan dari awal hinggal akhir, sekalian saya bernostalgia dengan memori-memori yang telah terukir. Membayangkan kemarin benar-benar membuat saya kembali ke masa lalu, melewati kerikil-kerikil waktu yang bergulir diantara ada dan tiada, diantara kini dan lampau. Semoga saya selalu bertemu dengan waktu yang menjadikannya penuh cerita untuk bisa diungkapkan.


Team UTMB Indonesia minus Team PTL

Brevent Project

Chapter 1 : Terpilih dan Dipilih

Selesai sholat jum'at saya dan aziz ngobrol sambil menunggu es cincau, membahas rencana agi dan ina untuk buat tim PTL. Saya masih ragu untuk ikut UTMB tahun 2017, karena target saya di 2018 untuk berpartisipasi di perhelatan akbar tersebut. Eza yang memanasi untuk saya ikut dan juga memberi saran nanti kalau jadi kesana, saya bisa beri nama chamonix atau annapura pas nanti anak saya lahir 2 bulan lagi. Saya hanya ketawa sambil menimbang-nimbang dan menerawang ke langit ketujuh mengurai pembicaraan siang itu.

Dalam perjalan ke cibodas gunung gede untuk mengikuti lomba kebut gunung, saya berfikir sepanjang jalan untuk rencana ke UTMB tahun 2017. Rangkaian bayangan tersebut menemani saya sepanjang lomba selama 2 hari di gunung gede. Setelah saya, eza, aziz dan elba yang tergabung dalam tim bandrex mempertahankan gelar di lomba kebut gunung tersebut, ada kabar bahwa agi sudah fix ikut PTL bareng dengan kang hendra dan dzaki, tapi setelah itu aziz menawarkan saya untuk gabung PTL bareng aziz dan eni.

Setelah diskusi dengan istri akhirnya saya memantapkan diri untuk ikut UTMB tahun 2017 lewat kategori PTL (300K) bareng aziz dan eni. Tahun 2017 merupakan saat yang tepat menurut saya, karena saya perlu motivasi lebih untuk menyelesaikan beberapa pertanyaan yang belum terjawab, dan juga support dari kantor untuk cuti lama sepertinya pas di tahun ini karena awal 2018 bellini akan genap 50 tahun.

Untuk ikut PTL salah satu syaratnya adalah salah seorang dari team harus sudah pernah ikut PTL atau merupakan finisher UTMB. Aziz tahun 2015 pernah ikut PTL dan syarat ini terpenuhi. Saat pendaftaran banyak hal yang harus dimengerti dan harus melampirkan essay berupa form pertanyaan dari panitia. Setiap tim dituntut untuk sepenuhnya sadar dan mengerti tentang spesifikasi event ini, membaca semua regulasi, menonton film PTL tahun 2016, mengerti bahayanya di gunung dengan rute tehnikal yang sulit dan kondisi cuaca yang berubah-ubah, mengerti kesulitan untuk berjalan di glaciers, mengerti akibat yang ditimbulkan jika terjadi kecelakaan di gunung. Panitia juga menuntut peserta untuk mampu menggunakan GPS, kompas dan peta di segala situasi dan bisa mencari jalan yang sudah ditentukan oleh panitia. Peserta dituntut untuk bisa menggunakan crampons, bisa bergerak kemana saja ketika tidak ada jalan atau harus melewati batu-batu segede gaban.

Dalam hal kualifikasi juga, banyak hal yang disyaratkan panitia dan yang nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan dalam hal lolos atau tidaknya sebuah team untuk mengikuti PTL. Seperti apakah peserta pernah mengikuti PTL sebelumnya, race ultra apa saja yang sudah pernah diikuti, punya mountain qualification atau tidak sebagai guide atau leader, seberapa sering latihan hiking atau ski, seberapa sering mengikuti ski mountaineering dan apakah pernah mengikuti pelatihan orienteering. Dan terakhir adalah motivasi team untuk mengikuti PTL.

Dari essay tersebut panitia akan memutuskan apakah team tersebut memenuhi kualifikasi untuk mengikuti PTL atau tidak. Setelah semua persyaratan terpenuhi, saya dan team harap-harap cemas apakah akan lolos atau tidak. Karena dari email panitia bahwa kami masih belum ada jaminan lolos kualifikasi walaupun sudah terigistrasi dengan membayar uang pembayaran.

E-mail, 12 Januari 2017 - 3:37 pm

Good morning,

You are pre-registered at the PTL® 2017.We inform you that there will be no draw this year.The selection will only be made on the basis of your application. The PTL® Committee has not yet finished analyzing all the files, so you will receive a definitive answer by tomorrow evening.

Thank you for your patience,

Ternyata email dari panitia tidak memberikan jawaban langsung, karena saya masih harus menunggu lagi untuk bisa dinyatakan lolos atau tidak. Oke mari tunggu satu hari, satu kali bermimpi.

E-mail, 13 Januari 2017 - 3:47 pm

Bonjour,

Nous avons le plaisir de vous annoncer que votre dossier d'inscription à la PTL® 2017 a été accepté.
L'inscription de votre équipe est donc considérée comme définitive.

D'ici la fin du mois d'août, vous recevrez régulièrement les Newsletters de l'organisation de l'UTMB®, merci d'être particulièrement attentifs aux informations spécifiques PTL®.

Une communication spéciale vous sera adressée à la fin du mois de juin (projet de parcours sur cartes), à la fin du mois de juillet (parcours définitif sur cartes) et à la mi-août (traces GPS des parcours normaux et de repli).

Nous vous invitons d'autre part à rejoindre le groupe Facebook « PTL 2017 », communauté d'échange entre coureurs, bénévoles et membres de l'organisation (matériel, préparation, reconnaissances terrain ).

A très vite sur les sentiers de la PTL® !

Akhirnya email yang ditunggu-tunggu pun datang, sehari lebih 10 menit. Dan saya langsung tertuju pada tulisan yang di tandai hitam berbunyi PTL® 2017 a été accepté. Whatever dengan bahasa, tulisan accepte sudah menandakan bahwa saya dan team lolos ke chamonix untuk mengibarkan bendera merah putih. horayyyyy, saya terpilih dan dipilih oleh mimpi saya untuk mewujudkannya.


'All our dream can come true, if we have the courage to pursue them'
-Walt Disney-


Chapter 2 : Sponsorship, Abstract or Real?








Friday, March 3, 2017

Ready For PTL 2017

Photo credit : @wahabadms
The PTL® (Petite Trotte à Léon) is one of the 5 events on offer within the framework of the UTMB®. It opens the event. Its conception is original and its unusual specificities distinguish it from other races. The spirit of the PTL® depends upon mental engagement, an adventurous team spirit as well as sporting values and also those of the mountains. This ultra-endurance pedestrian event leads participants on a large tour of Mont-Blanc (290km and 26500m of ascent),taking high routes, without way-markers on the ground, which necessitates the sense of orientation on and off paths. Each year the route is different to allow for the discovery of the richness and diversity of paths in France, Italy and Switzerland within the Mont-Blanc massif.

The PTL® is realised in teams of 2 or 3 inseparable and loyally supportive people, without final ranking. The teams move through a rough, technically exacting and mentally and physically demanding mountain environment.

For its 10th year the start of the PTL® is fixed for Monday August 28th 2017 at 9am, from the Place du Triangle de l'Amitié in Chamonix. The finishers will be judged in the same place, until Sunday September 3rd at 16:30, so a maximum time of 151:30 hours.

The proposed course around Mont-Blanc, omnipresent, and its prestigious satellites, is this year still innovative and outstanding. You will cross little known areas, often difficult to access and with the most breath-taking views. (source : PTL 2017 )

Wednesday, September 14, 2016

Burangrang Mountain Race XV (BMR) 2015


Mencoba mengingat Race tahun lalu, tepatnya pada tanggal 7 juni 2015. Kala itu saya, Aziz dan Cees mengikuti lomba Burangrang Mountain Race XV sebagai satu team yang terdiri dari tiga orang. Lomba yang sudah ada sejak 40 tahun yang lalu ini diadakan oleh Jana Buana dan biasa disebut sebagai kebut gunung, setelah lima tahun absen akhirnya di tahun 2015 lomba ini bisa diselenggarakan kembali dan untuk tahun 2016 ini belum ada informasi lagi terkait dengan lomba tersebut. Lomba yang berjarak sekitar 24 km, menjadikan Gunung Burangrang diketinggian 2.064 mdpl sebagai puncak tertinggi yang harus dilewati para peserta. Event ini menjadi pengalaman baru buat saya karena merupakan lomba beregu pertama saya dan sebagai latihan untuk menghadapi event Mountain Rinjani Ultra.

Friday, September 2, 2016

Backpacker Runner : Sonsang International Trail Running 17K

Jam Gadang - Bukittinggi
Bukittinggi akhirnya menjadi kota selanjutnya yang saya jelajahi, Pulau Sumatera memang sangat luas, tapi saya baru dua kali bisa singgah di tanah yang berbudaya melayu kental. Setelah dua tahun lalu saya mengunjungi Kota Pekanbaru untuk menyaksikan kemegahan Kerajaan Siak, sekarang Bukittinggi menjadi tujuan yang tidak sengaja saya rencanakan. Berawal dari sebuah tawaran untuk mengikuti event lari, akhirnya saya bisa menikmati seluk beluk sebuah kota yang diapit oleh Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Sonsang International Trail Running yang akhirnya membawa saya ke kota ini dan menikmati 4 hari yang menyenangkan. Sonsang merupakan sebuah desa yang berjarak +/- 10 km dari jam gadang yang berada di kota Bukittinggi, menghadirkan pesona tersendiri dengan pemandangan pesawahan dan tebing-tebing bukit barisan yang membelah kota-kota di sumatera.

Tuesday, August 30, 2016

Manglayang Trail Running 42K (MTR) 2016


Penyelenggaraan kedua event Trail Running yang di gagas anak-anak Palawa Unpad menyuguhkan pengalaman baru dan tantangan baru, terutama untuk kategori Full Marathon yang memaksa para pelari harus mendaki dua puncak gunung di bandung timur, yaitu puncak manglayang dan puncak batu gajah. 

Event ini bekerjasama dengan para komunitas lari diantaranya BDG Explorer, KedodoRun dan Run For Indonesia. Sangat menyenangkan berkesempatan menjajal rute baru di kategori Full Marathon dan dapat menikmati pengalaman baru sekaligus menjadi saksi keindahan gunung manglayang. Event ini bisa menjadi rekomendasi para pelari yang ingin merasakan pengalaman Trail run di timur bandung, website resmi bisa di cek di http://manglayangtrailrunning.com/


Friday, February 12, 2016

Backpacker Runner : HK 100 Ultra Trail 2016 (Race)

HK 100 Ultra Trail - Photo by. Budiman Setiono (ombud)
Hong Kong merupakan salah satu negara yang menjadi kiblatnya para pelari trail di Asia. Banyak event trail run kelas dunia yang lahir di negara ini, salah satunya Hong Kong (HK) 100 Ultra Trail®. HK 100 merupakan event ultra trail yang masuk ke dalam kategori Ultra Trail® World Tour Series dan menjadi event pembuka di gelaran tersebut. Kategori 100 km merupakan satu-satunya jarak yang diperlombakan dalam event ini, dengan peserta lebih dari 1800 orang, event ini siap memberikan pengalaman baru bagi 50 negara yang berpartisipasi di dalamnya. Kami datang dari belahan tenggara Asia, siap mengibarkan bendera merah putih dalam gelaran pembuka Ultra Trail® World Tour Series. #bdgexplorer #mangprang


Friday, January 29, 2016

Backpacker Runner : Bali Marathon 2014

Finisher BMBM
Ada penggabungan hobby sejak akhir tahun 2013, di mana saya menyukai olahraga yang bernama lari, dan pada september 2014 penggabungan itu di mulai menjadi sebuah passion baru. Bali marathon menjadi awal untuk saya menyelam sambil minum air dan airnya adalah air orson pake es yang seger karena diminum saat cuaca terik dan tubuh berkeringat #salahfokus. hahaha. Jadi hobby saya sebagai seorang backpacker dapat suntikan baru, energi baru dan ide baru untuk menjelajahi dunia dalam kacamata yang berbeda. Ada banyak hal yang bisa saya dapatkan, terutama cerita dan pengalaman berbeda dari perjalanan yang sudah pernah saya lakukan. it's my true passion 'Backpacker Runner'

Wednesday, October 28, 2015

From Bandung with 178 to Jakarta


178 itu bukan angka keramat
Tapi sukses membuat nafas ku hampir tamat
178 itu angka penuh rahmat
Karena aku akhirnya punya keluarga hebat

178 itu bilangan yang tak pasti
Tapi semangatnya membara di hati
178 itu hitungannya penuh misteri
Karena setelahnya jiwa ku seperti terpatri

178 ku tempuh dengan penuh peluh
Panas dan hujan tak membuat ku mengeluh
178 ku lalui sambil hati ku terenyuh
Karena rasa syukur ketika ku bisa berteduh

178 tak pernah lekang di iris waktu
Karena kenangannya selalu menyatu
178 tak pernah hilang menjadi abu
Karena cintanya begitu satu padu

178 ku ucap terimakasih,
Karena mu aku menjadi lebih kuat
Karena mu aku menjadi lebih hebat

178, aku akan menunggu mu kembali...

Wednesday, October 7, 2015

Become a Runner


Lari adalah sebuah olahraga sederhana, bahkan dalam keseharian kehidupan kita, kita menggunakan kaki ini untuk berkativitas melangkah kesana kemari. Jika pertanyaanya sejak kapan kita berlari? pastinya jawaban yang meyakinkan dari semua orang adalah setelah kita berhasil berjalan ketika masih bayi. Proses berlari tersebut menjadi alami dan anugerah yang telah Tuhan berikan untuk hampir ke semua manusia di bumi ini. Lari itu adalah bakat dan sebuah aktivitas ideal untuk manusia seperti yang di bahas dalam film The Perfect Runner. Jadi mari berlari dan rasakan apa yang terjadi pada tubuh kita saat kita sedang berlari.

Tuesday, October 6, 2015

Race and Result

2017
  • 21 Oct, LKG Mapena UMJ - 13K, 02:34:35 (3rd Place Team Bandrex) on strava
  • 14 Oct, ITB Ultra Relay #4 - 173K/4, 17:53:00 (2nd Place Team Bandrex) on strava
  • 7 Oct, Mesastila Peaks Challenge - 100K, 32:22:01 (Finisher) on strava
  • 28 Aug, Ultra Trail du Mont Blanc - PTL 300K, 145:08:28 (7th Place mix gender #anakbawangID) on strava
  • 6 Aug, Ciremai Trail Run - 30K, 04:25:00 (1st Winner) on strava
  • 13 May, Penang Eco - 100K, (DNF at Km 80) on strava
  • 22 Jan, Tahura Trail Running Race - 42K, 04:49:53 (7th Place) on strava

2016
  • 18 Dec, Lomba Kebut Gunung XIII - Team Bandrex (1st Winner)
  • 15 Nov, Jakarta Ultra - Relay 50K (3rd Winner)
  • 7 Oct, Cameron Ultra - 100K, 24:22:16 (Finisher) on strava
  • 28 Aug, Sonsang International Trail Running - 17K, 01:28:31 (5th Place) on strava
  • 20 Aug, Manglayang Trail Running - 42K, 05:33:41 (2nd Winner) on strava
  • 29 Jul, Rinjani100 - 100K, DNF at Km 50 on strava
  • 27 Mar, Goatrun #series1 Mt.Guntur - 25K, 04:43:22 (Finisher) on strava
  • 23 Jan, Vibram HK100 - 100K, 23:19:41 (Finisher) on strava

2015
  • 6 Nov, Bromo Tengger Semeru 170K (BTS 2015) - 170K DNF at Km 143 Check my strava
  • 25 Oct, Jakarta Marathon 2015 (42,195 Km) - FM, 04:30:26 official04:25:52 on strava
  • 10 Oct, Mesastila Challenge Ultra (MCU 2015) - 100K, DNF at Km 67 Check my strava
  • 22 Aug, Ijen Trail Running - 70K, 11:17:46 (1st Winner) on strava
  •  7 Aug, Mountain Rinjani Ultra 2015 (MRU) - 52K, 15:56:36 (5th place position) on strava
  • 7 June. Burangrang Mountain Race - Team 24K, 03:07:41 (2nd Winner)
  • 31 Mei, Jakarta International 10K - 10K, 00:42:14 (Finisher) on strava
  • 8 April, Trans-Sumbawa 200 - 320K, 62:27:41 (1st Winner)
  • 14 March, Halimun Salak Trail Run - 18K, 02:23:36 (6th place position)
  • 7 Feb, Sentul Ultra Marathon - 60K, 10:19:34 (5th place position)

 2014
  • 20 Dec, NusantaRun (Bogor - Bandung 121K) - Charity Run
  • 12 Dec, Gede Pangrango 100 - 50K, 17:10:14 (4th place position)
  • 15 Nov, Penang Bridge International Marathon - Full Marathon, 04:13:02 (Finisher)
  • 26 Oct, Jakarta Marathon 2014 - Half Marathon, 01: 53:48 (Finisher)
  • 19 Oct, Grip The Road League - 15K, 01:10:00 (3rd Winner)
  • 14 Sept, BII Maybank Bali Marathon - Full Marathon, 03:43:11 (Finisher)
  • 29 Aug, Independence Day Run (Long Run Bandung - Jakarta) - 178K, 45 hours
  • 16 Feb, Bandung Love Run - 10K, 00:50:14 (Finisher)

Friday, October 2, 2015

#Days30

Dear Kamu Akhir Untuk Awal...

Aku akan terus berlari untuk melihat kamu tersenyum
Senyuman yang menyemangati di setiap kilometernya
Aku akan terus berpetualangan untuk rindu jalan pulang
Rindu rumah yang hangat dengan sambutan kamu didalamnya

Tapi aku lebih semangat berlari dengan kamu
Melalui kilometer demi kilometer dengan bahagia
Tapi aku lebih semangat berpetualang dengan kamu
Menikmati tempat demi tempat yang indah di semesta

Dan kamu adalah kado terindah yang telah TUHAN berikan
Yang menjadikannya akhir untuk awal petualangan yang menakjubkan

Aku untuk kamu diantara megahnya semesta yang sedang bersenandung.

Kehidupan itu memang sebuah rahasia, kita sebagai aktor hanya bisa mencoba melakukan peran terbaik yang kita pilih dari banyak pilihan yang telah TUHAN sediakan. Langkah demi langkah yang telah kita ambil semoga menjadi langkah terbaik untuk mengukir cerita indah di kehidupan yang sedang kita lalui. Banyak kejutan-kejutan yang telah kita dapatkan dari ribuan hari yang telah kita lewati.

Akhir dari 30 hari menulis surat cinta yang nyatanya bercabang menjadi ratusan hari dan hari ini adalah hari terakhir untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai. dari dimensi yang telah terlewat menuju dimensi yang akan dilewati, dari berbagai kisah yang telah diukir hingga lanjutan kisah yang akan ikut digoreskan oleh tinta yang bernama kehidupan.

Tidak ada awal tanpa akhir, tapi tidak ada akhir tanpa awal.
Hidup adalah pilihan, kita yang memilih apa yang telah TUHAN gariskan.

#30HarimenulisSuratCinta #Days30 #DearKamuAkhirUntukAwal #Finish #TheLast

#Days29

Dear Hari Yang Tak pernah Ada...

Lihatlah bumi yang tak lelah berputar, mengitari matahari dengan perhitungan matang.
Bergerak begitu cepat hingga kehidupan didalamnya tak tersadar akan adanya perubahan.
Garis waktu semakin hari semakin mendekat, mendekatkan kita pada ujung kehidupan.

Sudah berapa hari kita lewati?
Puluhan, ratusan, ribuan atau bahkan puluhan ribu hari.
Berapa banyak hari yang kamu ingat dalam hidup kamu?
Satu tahun kalender, lebih atau bahkan kurang.

Banyak hari yang hilang dalam ingatan.
Banyak hari yang tak pernah ada atau memang sengaja ingin di tiadakan.
Tapi sebenarnya itu semua tak pernah hilang, ada kunci yang bisa membukanya.
Kunci itu selalu mengelilingi dan setiap saat bisa membukanya.

Hari yang tersisa akan menjadi pelengkap cerita, cerita besar penutup kehidupan.
Hari yang tersisa akan menjadi paragraf-paragraf dalam kisah petualangan.
Hari yang tersisa akan menjadi benang merah penyatu cerita yang terputus.
Hari yang tersisa akan menjadi lebih berharga untuk dilalui dengan senyuman.

Untuk hari yang tak pernah ada, esok kamu akan ada menemani setiap catatan dalam kehidupan ku...

#30HariMenulisSuratCinta #Days29 #DearHariYangTakPernahAda

Friday, July 10, 2015

#Days28

Dear Ratusan hari...

Waktu setiap hari bergerak meninggalkan banyak jejak, meninggalkan segala rasa yang bercampur padu, bahagia adalah salah satu yang jadi bayangannya. Ingat, ketika hari itu hadir bagaimana sorot mata mu yang akan selalu aku coba selami, aku nikmati beningnya yang memendarkan sebuah rasa baru, rasa yang telah semesta hadirkan. Pandangan pertama itu memang selalu menjadi pemicu, menjadi sebuah pionir, karena hadirnya selalu melekat hingga tak ada lagi sekat waktu yang menjadikannya tanpa batas dan akan meretas menuju kesamaan realitas.

Kamu bersama ratusan hari yang sudah aku lalui bersama segenap rasa, angan, harapan dan impian.
Apakah rasa itu sudah bertransformasi?
Apakah angan itu menelurkan sebuah kenangan?
Apakah harapan itu terus di genggam?
Apakah impian itu sedang di perjuangkan?
Semua tanya itu mengalir dengan berjalannya ratusan hari yang kian tak bisa dipungkiri, tak bisa lagi di khianati, bahwa rasa itu telah bereaksi menjadi semakin berarti.

Hal terindah dari ratusan hari yang sudah terlewati adalah bersama kamu, karena kamu adalah hal terindah yang sudah semesta hadiahkan. Dan aku akan selalu menanti hari-hari berikutnya bersama kamu, bersama partikel-partikel bahagia yang akan selalu terbentuk ketika ada kamu didalamnya.

Aku akan selalu merindukan hadir mu, sinar mata mu yang tak pernah bosan aku menatapnya
Aku akan selalu merindukan tawa mu, luapan bahagia yang terpancar ingin selalu aku menikmatinya

Aku akan selalu merindukan ratusan hari tersebut di antara jeda, di antara rasa kuat yang aku coba ungkapkan, di antara bayangan mu yang tak pernah kulewatkan setiap detiknya.
Aku akan menunggu pertemuan yang kau inginkan diantara keraguan mu bersama ratusan hari.
Aku disini, di tempat bernama semesta...


#30HarimenulisSuratCinta #Days28 #DearRatusanHari

Monday, July 6, 2015

#Days27

Dear kosong...

Kosong seperti terjebak dalam ruang waktu tak terbatas, semuanya terasa gelap, terasa hampa tak berasa.
Kosong dalam sebuah lorong dimensi yang semuanya bergerak melambat, tak ada yang bisa di cerna selain hening.
Aku hanya mengambang di bawa sang waktu yang semakin lama semakin dalam, tak ada yang bisa dilakukan selain mengamati, mengamati ketiadaan.
Dalam kondisi ini aku menunggu sebuah hentakan, sebuah tarikan untuk kembali membawa jiwa ini kedalam dimensi waktu terbatas.

Kosong, andai memang ketiadaan adalah sebuah jawaban, jawablah dengan seharusnya jawaban itu ada.
Kosong, andai memang keheningan adalah sebuah jalan, jalanlah dengan seharusnya suara itu tiada.

Biarlah jiwa ini terbang menuju kekosongan, karena kekosongan adalah cinta yang tanpa batas.
Tak ada batasan yang bisa di buat, karena kekosongan seperti lubang dalam semesta, tak ada pangkal dan tak ada ujung yang menjadi sekat.

Kekosongan yang akan mengajarkan rasa ada dari ketiadaan.
Kekosongan yang akan mengajarkan rasa hangat dari keheningan.

Kosong, aku hanya bisa memejamkan mata dan mengawasi ketiadaan dengan rasa.
Rasa ketika bintang jatuh membiaskan sinarnya menjadi sebuah gelombang cahaya.

Dari sana aku akan berlari tanpa henti hingga hampa itu terbiaskan dan partikel itu saling bereaksi untuk menjadi satu, menyatu tanpa beban dalam sebuah kejujuran semesta.

#30HariMenulisSuratCinta #Days27 #DearKosong

Friday, June 5, 2015

#Days26

Dear Kamu Setiap Partikel Rindu yg Ingin menyatu

Aku merindukan mu
Seperti angin yang menggerakkan dedaunan,
Begitu riang ketika dibelai hingga menari
dan terdiam sepi kala angin tak lagi menghampiri
Aku merindukan mu
Seperti langit hitam di taburi jutaan bebintang
Sinarnya berkelipan menerangi bahagia
Redupnya membuat pekat membawa sebuah derita
Aku merindukan mu
Seperti deretan gunung kokoh yang terpampang
Puncaknya begitu indah menyapa ambang batas angkasa
Amukannya begitu mencengang mengguncangkan seluruh isi dunia
Aku di sini dalam diam
dengan segala rasa yang ada dan dalam
Aku di sini dalam keheningan
dengan segala harapan yang ingin terungkapkan
Aku disini dalam kerinduan mendalam
dengan segala impian akan berjuta petualangan
Untuk kamu yang disana,
Di dalam realitas yang tak terbatas
Aku ingin sampaikan pesan yang angin pun tak bisa menyampaikan
Aku ingin sampaikan rasa yang hujan pun tak bisa merubahnya menjadi asa
Di sini, dalam dimensi waktu kita
berjuta rindu yang akan menghilangkan semua sendu
-Untuk setiap partikel rindu yang ingin menyatu-

#30HariMenulisSuratCinta #Days26

Monday, April 20, 2015

#Days25

Dear Kamu Kondensasi Di Siang Hari...

Siang tak lagi benderang
Kala hujan berlomba datang

ohhhh...

Kondensasi..
Partikel mu membasahi bumi..

Kondensasi..
Partikel mu bergemuruh pasti..

Terjebak aku tak bisa menari
Walau hujan tak henti menyauti

Petir,
Petir itu ikut berpartisipasi
Berkomplot dengan hujan yang menghampiri

Aku,
Aku hanya bisa terjebak
Dalam dimensi waktu yang terserak

Andai kamu ada disini
Aku pasti mengajakmu menari
Berdua bersama mengikuti irama hujan
Berdua bersama mengamini petir berkilatan

Kondensasi..
Jangan kau goda aku
Kondensasi..
Aku hanya ingin bergerak maju

(di bawah terpal jalan yang mencoba menaungi)

#30HariMenulisSuratCinta #Days25 #DearKamuKondensasiDiSiangHari

#Days24

Dear Kamu Yang Mana Mungkin Aku Bosan...

Mana mungkin aku bosan,
Ketika aku bisa menatap mata mu dan melihat langsung kedalamnya ada sebuah kedamaian

Mana mungkin aku bosan,
ketika aku bisa beradu cerita dengan mu membicarakan semesta

Mana mungkin aku bosan,
Ketika dimensi waktu aku acuhkan hanya untuk bisa bersamamu

Mana Mungkin aku bosan,
Ketika kita disatukan oleh mata cakrawala untuk menjadi mata-matanya menjelajah nusantara

Mana mungkin...

Kamu yang membuat duniaku berwarna
Kamu yang mulai menyatukan partikel yang belum menyatu

Kamu gelombang cahaya kemerahan,
Yang hadir mu selalu ku nantikan

Untuk kamu yang mana mungkin aku bosan...

(Di suatu bantal yang bikin resah)

#30HariMenulisSuratCinta #Days24 #DearkamuYangManaMungkinAkuBosan

#Days23

Bulan Di Langit Praya Malam itu
Dear Kamu Yang Bearda Di Tempat Berbeda...

Beratapkan langit timur indonesia
Menatap cahaya rembulan dan kerlipan berbintang

Aku berdoa TUHAN kirimkan bulan ini di puncak sana
tempat kamu nanti berada

Biarlah tabir semesta
Menyingkap segala rahasia
Dimana aku dan kamu di tempat yang berbeda

Aku bersama malam dan cahaya pengiringnya
Aku menatap langit berharap wajah mu ada disana
Aku tak merasa sendiri dikeheningan malam
Jiwa mu selalu hadir di relung hati terdalam

Kamu yang ada di tempat berbeda
Di ketinggian alam jawa
Aku yang nyaris berada di 0 mdpl
Di kerendahan alam praya

Kita bersama punya satu cerita
Menjelajah alam nusantara

Suatu saat nanti semoga semesta menyatukan jalan kita
Suatu saat nanti semoga partikel bisa menyatu dalam satu jiwa

Aku dan kamu dalam cerita yang sama...

Untuk kamu yang ada di tempat berbeda

#30HarimenulisSuratCinta #Days23 #DearKamuYangBeradaDiTempatBerbeda

#Days22

Dear Kamu Esok Di Tanah Indonesia Timur...

Esok...
Bukan sekadar petualangan
Esok adalah mimpi terpendam

Esok...
Bukan hanya angan-angan
Esok adalah impian

Esok...
Kami akan berlari
Mengejar batas dalam diri

Esok...
Kami akan lebih dekat
Dengan sang MAHA HEBAT

Esok...
Kami akan berbisik pada bumi
Dan biar langit yang menyalami

Biarlah esok tetap jadi misteri
Bagi jutaan mimpi yang terpatri

Untuk esok yang akan selalu kami gapai dengan penuh semangat
Walau harus dibayar dengan peluh keringat

Selamat datang esok...

(07 april 2015 - Sebelum start Transsumbawa 320 km)

#30HariMenulisSuratCinta #Days22 #DearKamuEsokDiTanahIndonesiaTimur