Showing posts with label #30HariMenulisSuratCInta. Show all posts
Showing posts with label #30HariMenulisSuratCInta. Show all posts

Friday, October 2, 2015

#Days30

Dear Kamu Akhir Untuk Awal...

Aku akan terus berlari untuk melihat kamu tersenyum
Senyuman yang menyemangati di setiap kilometernya
Aku akan terus berpetualangan untuk rindu jalan pulang
Rindu rumah yang hangat dengan sambutan kamu didalamnya

Tapi aku lebih semangat berlari dengan kamu
Melalui kilometer demi kilometer dengan bahagia
Tapi aku lebih semangat berpetualang dengan kamu
Menikmati tempat demi tempat yang indah di semesta

Dan kamu adalah kado terindah yang telah TUHAN berikan
Yang menjadikannya akhir untuk awal petualangan yang menakjubkan

Aku untuk kamu diantara megahnya semesta yang sedang bersenandung.

Kehidupan itu memang sebuah rahasia, kita sebagai aktor hanya bisa mencoba melakukan peran terbaik yang kita pilih dari banyak pilihan yang telah TUHAN sediakan. Langkah demi langkah yang telah kita ambil semoga menjadi langkah terbaik untuk mengukir cerita indah di kehidupan yang sedang kita lalui. Banyak kejutan-kejutan yang telah kita dapatkan dari ribuan hari yang telah kita lewati.

Akhir dari 30 hari menulis surat cinta yang nyatanya bercabang menjadi ratusan hari dan hari ini adalah hari terakhir untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai. dari dimensi yang telah terlewat menuju dimensi yang akan dilewati, dari berbagai kisah yang telah diukir hingga lanjutan kisah yang akan ikut digoreskan oleh tinta yang bernama kehidupan.

Tidak ada awal tanpa akhir, tapi tidak ada akhir tanpa awal.
Hidup adalah pilihan, kita yang memilih apa yang telah TUHAN gariskan.

#30HarimenulisSuratCinta #Days30 #DearKamuAkhirUntukAwal #Finish #TheLast

#Days29

Dear Hari Yang Tak pernah Ada...

Lihatlah bumi yang tak lelah berputar, mengitari matahari dengan perhitungan matang.
Bergerak begitu cepat hingga kehidupan didalamnya tak tersadar akan adanya perubahan.
Garis waktu semakin hari semakin mendekat, mendekatkan kita pada ujung kehidupan.

Sudah berapa hari kita lewati?
Puluhan, ratusan, ribuan atau bahkan puluhan ribu hari.
Berapa banyak hari yang kamu ingat dalam hidup kamu?
Satu tahun kalender, lebih atau bahkan kurang.

Banyak hari yang hilang dalam ingatan.
Banyak hari yang tak pernah ada atau memang sengaja ingin di tiadakan.
Tapi sebenarnya itu semua tak pernah hilang, ada kunci yang bisa membukanya.
Kunci itu selalu mengelilingi dan setiap saat bisa membukanya.

Hari yang tersisa akan menjadi pelengkap cerita, cerita besar penutup kehidupan.
Hari yang tersisa akan menjadi paragraf-paragraf dalam kisah petualangan.
Hari yang tersisa akan menjadi benang merah penyatu cerita yang terputus.
Hari yang tersisa akan menjadi lebih berharga untuk dilalui dengan senyuman.

Untuk hari yang tak pernah ada, esok kamu akan ada menemani setiap catatan dalam kehidupan ku...

#30HariMenulisSuratCinta #Days29 #DearHariYangTakPernahAda

Friday, July 10, 2015

#Days28

Dear Ratusan hari...

Waktu setiap hari bergerak meninggalkan banyak jejak, meninggalkan segala rasa yang bercampur padu, bahagia adalah salah satu yang jadi bayangannya. Ingat, ketika hari itu hadir bagaimana sorot mata mu yang akan selalu aku coba selami, aku nikmati beningnya yang memendarkan sebuah rasa baru, rasa yang telah semesta hadirkan. Pandangan pertama itu memang selalu menjadi pemicu, menjadi sebuah pionir, karena hadirnya selalu melekat hingga tak ada lagi sekat waktu yang menjadikannya tanpa batas dan akan meretas menuju kesamaan realitas.

Kamu bersama ratusan hari yang sudah aku lalui bersama segenap rasa, angan, harapan dan impian.
Apakah rasa itu sudah bertransformasi?
Apakah angan itu menelurkan sebuah kenangan?
Apakah harapan itu terus di genggam?
Apakah impian itu sedang di perjuangkan?
Semua tanya itu mengalir dengan berjalannya ratusan hari yang kian tak bisa dipungkiri, tak bisa lagi di khianati, bahwa rasa itu telah bereaksi menjadi semakin berarti.

Hal terindah dari ratusan hari yang sudah terlewati adalah bersama kamu, karena kamu adalah hal terindah yang sudah semesta hadiahkan. Dan aku akan selalu menanti hari-hari berikutnya bersama kamu, bersama partikel-partikel bahagia yang akan selalu terbentuk ketika ada kamu didalamnya.

Aku akan selalu merindukan hadir mu, sinar mata mu yang tak pernah bosan aku menatapnya
Aku akan selalu merindukan tawa mu, luapan bahagia yang terpancar ingin selalu aku menikmatinya

Aku akan selalu merindukan ratusan hari tersebut di antara jeda, di antara rasa kuat yang aku coba ungkapkan, di antara bayangan mu yang tak pernah kulewatkan setiap detiknya.
Aku akan menunggu pertemuan yang kau inginkan diantara keraguan mu bersama ratusan hari.
Aku disini, di tempat bernama semesta...


#30HarimenulisSuratCinta #Days28 #DearRatusanHari

Monday, July 6, 2015

#Days27

Dear kosong...

Kosong seperti terjebak dalam ruang waktu tak terbatas, semuanya terasa gelap, terasa hampa tak berasa.
Kosong dalam sebuah lorong dimensi yang semuanya bergerak melambat, tak ada yang bisa di cerna selain hening.
Aku hanya mengambang di bawa sang waktu yang semakin lama semakin dalam, tak ada yang bisa dilakukan selain mengamati, mengamati ketiadaan.
Dalam kondisi ini aku menunggu sebuah hentakan, sebuah tarikan untuk kembali membawa jiwa ini kedalam dimensi waktu terbatas.

Kosong, andai memang ketiadaan adalah sebuah jawaban, jawablah dengan seharusnya jawaban itu ada.
Kosong, andai memang keheningan adalah sebuah jalan, jalanlah dengan seharusnya suara itu tiada.

Biarlah jiwa ini terbang menuju kekosongan, karena kekosongan adalah cinta yang tanpa batas.
Tak ada batasan yang bisa di buat, karena kekosongan seperti lubang dalam semesta, tak ada pangkal dan tak ada ujung yang menjadi sekat.

Kekosongan yang akan mengajarkan rasa ada dari ketiadaan.
Kekosongan yang akan mengajarkan rasa hangat dari keheningan.

Kosong, aku hanya bisa memejamkan mata dan mengawasi ketiadaan dengan rasa.
Rasa ketika bintang jatuh membiaskan sinarnya menjadi sebuah gelombang cahaya.

Dari sana aku akan berlari tanpa henti hingga hampa itu terbiaskan dan partikel itu saling bereaksi untuk menjadi satu, menyatu tanpa beban dalam sebuah kejujuran semesta.

#30HariMenulisSuratCinta #Days27 #DearKosong

Friday, June 5, 2015

#Days26

Dear Kamu Setiap Partikel Rindu yg Ingin menyatu

Aku merindukan mu
Seperti angin yang menggerakkan dedaunan,
Begitu riang ketika dibelai hingga menari
dan terdiam sepi kala angin tak lagi menghampiri
Aku merindukan mu
Seperti langit hitam di taburi jutaan bebintang
Sinarnya berkelipan menerangi bahagia
Redupnya membuat pekat membawa sebuah derita
Aku merindukan mu
Seperti deretan gunung kokoh yang terpampang
Puncaknya begitu indah menyapa ambang batas angkasa
Amukannya begitu mencengang mengguncangkan seluruh isi dunia
Aku di sini dalam diam
dengan segala rasa yang ada dan dalam
Aku di sini dalam keheningan
dengan segala harapan yang ingin terungkapkan
Aku disini dalam kerinduan mendalam
dengan segala impian akan berjuta petualangan
Untuk kamu yang disana,
Di dalam realitas yang tak terbatas
Aku ingin sampaikan pesan yang angin pun tak bisa menyampaikan
Aku ingin sampaikan rasa yang hujan pun tak bisa merubahnya menjadi asa
Di sini, dalam dimensi waktu kita
berjuta rindu yang akan menghilangkan semua sendu
-Untuk setiap partikel rindu yang ingin menyatu-

#30HariMenulisSuratCinta #Days26

Monday, April 20, 2015

#Days25

Dear Kamu Kondensasi Di Siang Hari...

Siang tak lagi benderang
Kala hujan berlomba datang

ohhhh...

Kondensasi..
Partikel mu membasahi bumi..

Kondensasi..
Partikel mu bergemuruh pasti..

Terjebak aku tak bisa menari
Walau hujan tak henti menyauti

Petir,
Petir itu ikut berpartisipasi
Berkomplot dengan hujan yang menghampiri

Aku,
Aku hanya bisa terjebak
Dalam dimensi waktu yang terserak

Andai kamu ada disini
Aku pasti mengajakmu menari
Berdua bersama mengikuti irama hujan
Berdua bersama mengamini petir berkilatan

Kondensasi..
Jangan kau goda aku
Kondensasi..
Aku hanya ingin bergerak maju

(di bawah terpal jalan yang mencoba menaungi)

#30HariMenulisSuratCinta #Days25 #DearKamuKondensasiDiSiangHari

#Days24

Dear Kamu Yang Mana Mungkin Aku Bosan...

Mana mungkin aku bosan,
Ketika aku bisa menatap mata mu dan melihat langsung kedalamnya ada sebuah kedamaian

Mana mungkin aku bosan,
ketika aku bisa beradu cerita dengan mu membicarakan semesta

Mana mungkin aku bosan,
Ketika dimensi waktu aku acuhkan hanya untuk bisa bersamamu

Mana Mungkin aku bosan,
Ketika kita disatukan oleh mata cakrawala untuk menjadi mata-matanya menjelajah nusantara

Mana mungkin...

Kamu yang membuat duniaku berwarna
Kamu yang mulai menyatukan partikel yang belum menyatu

Kamu gelombang cahaya kemerahan,
Yang hadir mu selalu ku nantikan

Untuk kamu yang mana mungkin aku bosan...

(Di suatu bantal yang bikin resah)

#30HariMenulisSuratCinta #Days24 #DearkamuYangManaMungkinAkuBosan

#Days23

Bulan Di Langit Praya Malam itu
Dear Kamu Yang Bearda Di Tempat Berbeda...

Beratapkan langit timur indonesia
Menatap cahaya rembulan dan kerlipan berbintang

Aku berdoa TUHAN kirimkan bulan ini di puncak sana
tempat kamu nanti berada

Biarlah tabir semesta
Menyingkap segala rahasia
Dimana aku dan kamu di tempat yang berbeda

Aku bersama malam dan cahaya pengiringnya
Aku menatap langit berharap wajah mu ada disana
Aku tak merasa sendiri dikeheningan malam
Jiwa mu selalu hadir di relung hati terdalam

Kamu yang ada di tempat berbeda
Di ketinggian alam jawa
Aku yang nyaris berada di 0 mdpl
Di kerendahan alam praya

Kita bersama punya satu cerita
Menjelajah alam nusantara

Suatu saat nanti semoga semesta menyatukan jalan kita
Suatu saat nanti semoga partikel bisa menyatu dalam satu jiwa

Aku dan kamu dalam cerita yang sama...

Untuk kamu yang ada di tempat berbeda

#30HarimenulisSuratCinta #Days23 #DearKamuYangBeradaDiTempatBerbeda

#Days22

Dear Kamu Esok Di Tanah Indonesia Timur...

Esok...
Bukan sekadar petualangan
Esok adalah mimpi terpendam

Esok...
Bukan hanya angan-angan
Esok adalah impian

Esok...
Kami akan berlari
Mengejar batas dalam diri

Esok...
Kami akan lebih dekat
Dengan sang MAHA HEBAT

Esok...
Kami akan berbisik pada bumi
Dan biar langit yang menyalami

Biarlah esok tetap jadi misteri
Bagi jutaan mimpi yang terpatri

Untuk esok yang akan selalu kami gapai dengan penuh semangat
Walau harus dibayar dengan peluh keringat

Selamat datang esok...

(07 april 2015 - Sebelum start Transsumbawa 320 km)

#30HariMenulisSuratCinta #Days22 #DearKamuEsokDiTanahIndonesiaTimur

Friday, April 3, 2015

#Days21

Dear Kamu Semangat Ku yang Berderu...


Jarum jam berdetak di keheningan malam
Membekukan ruang gerak yang terperangkap kelam

Petir apakah itu yang saling bersahutan?
Gemuruh dan kilatannya saling berkejaran
Membuat rintikan hujan diam tak terdengar
Membuat aku dan kamu di balut sepi yang mengakar

Hari ini kamu akan pergi ke satu tujuan
Hari ini juga aku akan pergi ke satu tujuan
Tujuan kita sama ke arah timur indonesia
Tujuan kita sama untuk melihat keindahan nusantara

Daratan akan menemani perjalanan mu
Diantara bulir-bulir malam yang menunggu
Udara siap membawa ku pergi
Hingga aku berada di tempat yang lebih tinggi

Esok, aku dan kamu akan terpisah jarak lebih jauh
Esok, aku dan kamu akan mengayuh kaki diantara peluh

Di sana aku akan meneriakkan nama mu
Diantara dua samudera yang bertemu
Di sana aku akan menuliskan nama mu
Diantara kaki langit yang berderu

Sungguh kamu adalah gelombang cahaya yang kemerahan
Sungguh kamu adalah semangat ku yang menggebu-gebu
Hadir mu akan membawa banyak jutaan kerinduan
Hadir mu akan membawa rasa sehalus butiran debu

Aku titipkan surat ini untuk menemani mu pergi
Menuju semesta biru tanpa batas bersama merapi

#30HariMenulisSuratCinta #DearKamuSemangatKuYangBerderu #Days21

Wednesday, April 1, 2015

#Days20

Dear Kamu Kerinduan Diantara Semesta...

Biarlah angin membawa kerinduan
Pada kokohnya pegunungan
Rindangnya pepohonan

Jalan setapak itu menjadi acuan
Melewati berbagai tanjakan dan turunan
Hingga aku temukan sebuah kedamaian

Pasir-pasir berbisik itu bagai sebuah nyanyian
Menendangkan lantunan suara alam

Riaknya danau di tengah hutan
Menghilangkan semua kelam

Aku rindu sentuhanmu yang menerpa wajah
Mengusap lembut semua rasa lelah
Aku rindu keindahanmu yang tak terkira
Membakar jiwa dengan semangat membara

Wahai padang savana yang terbentang luas
Selipkan rindu ku untuknya diantara kemilau mu yang berwarna emas
Wahai pepohonan pinus yang rapi terjajar
Panggilah kabut pagi untuk ungkapkan rasa ku untuknya yang tak terkejar

Untuk kamu kerinduan yang tak pernah pudar diantara semesta yang mulai berpendar...

 #30HariMenulisSuratCinta #DearKamuKerinduanDiantaraSemesta #Days20

Monday, March 23, 2015

#Days19

Dear Kamu Gelombang Cahaya Yang Kemerahan...

Lautan luas yang biru indah berkilauan
Pancarannya bagai permata di kejauhan
Gunung tinggi yang kokoh berwarna kebiruan
Membawa jutaan jiwa ingin ikut berpetualang

Tapi itu semua tak pernah seindah gelombang cahaya yang kemerahan
Karena kilauannya menenangkan semua pandangan dari mata hingga jiwa terdalam

Kamu hadir dibawah jutaan petir yang berkilatan
Diantara miliaran butiran hujan yang terkondensasikan
Kamu menyapa di relung hati secara perlahan
Mengikis pasti setiap sekat yang menjadi penghalang

Alam itu menjadi penghantar diantara jutaan gelombang
Berselimutkan pohon pinus yang berjajar beraturan
Perlahan akar itu menjadi jalan pasti untuk mempertemukan
Sang gelombang cahaya yang berwarna kemerahan

Kamu, dari kejauhan perlahan mendekat tak terelakkan
Hingga hanya terpisahkan oleh satu jarak pandangan
Seketika semuanya meledak menjadi jutaan partikel alam
Merubah angan menjadi sebuah rasa, impian dan harapan

Untuk kamu gelombang cahaya yang kemerahan
Yang menjadikannya nyata bukan hanya sekadar bayangan...

#30HariMenulisSuratCinta #DearKamuGelombangCahayaYangKemerahan #Days19




Thursday, March 19, 2015

#Days18

Dear Kamu Sang Matahari Pagi Yang Menenangkan Hati...

Alang-alang itu begitu lepas menari-nari
Berdansa dengan angin yang tertawa lepas
Sinaran matahari membuatnya berkilau keemasan
Menyapa sang pagi pada semesta
 
Entah apa itu yang disebut kebahagiaan
Ketika kabut perjalanan hilang
Muncullah matahari dari ufuk barat
Di balik gunung itu

Entah apa yang membuatku bahagia
Ketika matahari itu terbit begitu cerah
Secerah senyummu ketika tersenyum kepadaku
Menerangi segenggam hati ini

Entahlah, mungkin kaulah matahari itu
Matahari pagi yang menenangkan hati...


#30HariMenulisSuratCinta #DearKamuSangMatahariPagiYangMenenangkanHati #Days18 #EdisiKolaborasi

Mereka Saling Berbisik Dalam Nyanyian Semesta

Wednesday, February 25, 2015

#Days17

Dear Kamu Sang Waktu dan Rahasianya...

Entah apa yang menjadikan malam begitu pekat sehingga hilanglah semua sekat
Melenyapkan sang siang diantara bongkahan waktu yang pecah tak lagi merekat
Entah apa yang menjajarkan bintang-bintang di angkasa seperti cahaya malaikat
Menerangi kelamnya langit yang terhampar megah seperti gugusan ruang gelap yang saling mengikat

Aku diantara jutaan gelombang suara yang terlampau tinggi
Memecah kesunyian para binatang yang taringnya bergerigi
Aku hanya ada dalam ketiadaan yang menjadikannya tetap mengerti
Berharap pada sang bintang jatuh yang perlahan menghampiri

Kamu sang waktu yang menyingkap semua jalan cerita
Merangkai semua kisah dalam berbagai alur yang berbeda
Kamu dan permainan waktumu yang memainkan banyak peran
Perlahan-lahan mengungkap rahasia menjadi sebuah jawaban

Biarlah kamu sang waktu tetap memainkan peran mu sebagaimana mestinya
Dan aku tetap menikmati setiap rahasia yang akan nampak bersama kehadirannya

Apapun itu, aku akan selalu mengerti
Jalannya seperti apa, aku akan tetap berdiri

Hanya sebuah ketiadaan yang akan menjadikannya ada...

#30HariMenulisSuratCinta #DearKamuSangWaktuDanRahasianya #Days17

Tuesday, February 17, 2015

#Days16

Dear Kamu Kabut Yang Tak Tersentuh...

Puncak itu menggenggam dunia
Begitu kokoh berdiri tegak sempurna
Berjajar rapi menjadi pasak dunia
Dikelilingi kabut putih yang setia menerpa

Dikejauhan kamu begitu jelas di pandangan
Membuatku gemas ingin segera menggenggam
Tak tahan aku berlari mengejar harapan
Hanya sekadar membiarkan jari-jari ini bisa menyentuh lebih dalam

Kamu kabut yang tak tersentuh
Keberadaan mu menjadikan dimensi waktuku utuh
Ketiadaan mu membalikkan dimensi ruangku menjadi jenuh

Aku selalu membutuhkan mu hadir dalam keheningan alam
Karena kehadiran mu adalah refleksi keberadaannya
Aku selalu merasakan dingin mu menyentuh raga ku yang terdiam
Memberikan sebuah pesan darinya untuk jiwa ku yang terdalam

Kamu kabut yang tak tersentuh
Dalam dekap malam aku hanya bisa terenyuh
Menanti dirinya melebur dalam semua peluh

Untuk kamu kabut yang tak tersentuh
Tunggu aku dalam dekapan pagi
Membawanya pergi ke dasar mimpi.

#30HariMenulisSuratCinta #DearKamuKabutYangTakTersentuh #Days16

Monday, February 16, 2015

#Days15

Dear Kamu Yang Mewarnai Hati Ku...

Bagai zat warna dispersi yang terdispersi ke dalam serat polyester
Bagai zat warna reaktif yang terabsorbsi menelusup ke pori serat katun
Seketika lembaran kain tersebut berubah menjadi warna-warni cerah
Seperti warna hatiku yang seketika berubah kala kau menelusup ke relung hati terdalam

Peraduan molekul non ionik yang didorong oleh zat pendispersi
Menjadikan ion-ion tersebut terpaksa berdiam diri
Mengikat satu sama lain menjadikannya saling berikatan pasti
Seperti ikatan vanderwal yang kau buat di sekat hati yang teriris

Aku bagaikan lembaran kain yang tak berwarna
Rapuh oleh setiap sentuhan yang menjadikannya ada
Kamu bagaikan butiran zat warna yang tak lebih banyak dari sebuah kata
Tetapi menjadikan lembaran kain tersebut terwarnai sempurna

Kalau kamu tau bahwa pendispersi sangat berperan besar dalam mewarnai polyester
Kamu akan mengerti bahwa kehadiran kamu adalah hal besar yang akan mewarnai hatiku

Aku adalah hal terekcil yang biasa dinamakan atom
Tetapi kehadiranmu menjadikanku besar seperti sebuah molekul air
Cukup dua buah hidrogen dan sebuah oksigen, menjadikan dunia punya kehidupan
Cukup senyumanmu di pagi hari, menjadikanku orang yang paling bahagia di dunia

Aku yang tak pernah bosan
Aku yang tak pernah jenuh
Aku yang selalu bahagia
Kala kamu hadir mewarnai hatiku

Untuk kamu senyawa terpenting yang mewarnai hatiku...

#30HariMenulisSuratCinta #DearKamuYangMewarnaiHatiku #Days15




#Days14

Dear Kamu Sang Bintang Jatuh...

Gugusan bintang itu begitu kokoh di angkasa
Berkilauan terang melambai-lambai di bumi nusantara
Mengajak setiap mata ingin menari bersamanya
Larut dalam payung langit menghabiskan malam yang sempurna

Aku hanya terdiam terpaku menengadah ke ujung barat angkasa
Menyaksikan kilatan cahaya yang bergerak begitu cepat menipu mata
Hilang entah dimana, menginjak bumi sedikit ke utara
Sang bintang jatuh  mungkin yang sudah mengalihkan dunia

Engkau mungkin yang sedang di dongengkan
Bintang jatuh dari galaxy bernama andromeda
Yang membawa sebuah harapan akan cinta yang melegenda
Membangkitkan sebuah kesetiaan dari seorang kesatria

Cahaya mu yang berkilatan di barat nusantara
Memberi pertanda untuk dia yang sedang disana
Dia putri yang mulai nampak diantara cahaya angkasa
Melempar pesan untuk di bawa menuju timur nusantara

Bintang jatuh aku ingin meminta bantuan mu
Untuk membawa ku terbang melintasi dunia
Menemukan Putri cantik yang mulai nampak ada
Dalam realitas sama di ruang dan waktu yang terpaku

Biarkan aku terus terbang bersama sang bintang jatuh
Melintasi segala dimensi kehidupan untuk membawanya
Biarkan aku menjadi seorang kesatria yang tak menyerah
Untuk bisa bersanding dengan mu, wahai putri yang sudah meruntuhkan dunia

Untuk kamu sang bintang jatuh, yang akan membawa ku kepadanya...

#30HariMenulisSuratCinta #DearKamuSangBintangJatuh #Days14



#Days13

Dear Kamu Realitas Yang Sesungguhnya Ada...

Ruang dan waktu tak pernah membelenggu
Ruang dan waktu hanya memberikan sebuah media
Ruang dan waktu memberikan banyak sebuah kesempatan
Ruang dan waktu hadir untuk memisahkan sebuah realitas

Saat aku ada disini di sebuah realitas kehidupan
Yang terbentuk dari kemegahan berjuta partikel otak
Aku menghadirkan kamu dalam impian dan harapan
Untuk menemani setiap partikel kehidupan yang menjadi abu kelak

Kamu yang selalu menemani di setiap kesempatan yang ada
Kamu yang hadir dikala langit begitu megah dengan bintangnya
Kamu yang selalu berbisik diantara tiupan angin yang menerpa
Kamu yang akhirnya selalu menghilang seperti kabut malam

Di setiap pijakan aku kadang tidak menyadari
Apa yang menjadi sekat pemisah di antara kita
Hingga aku benar-benar tersadar oleh sebuah mimpi
Yang menghubungkan ruang dan waktu yang berbeda

Aku sadar bahwa aku ada dalam realitas yang berbeda
Tapi aku juga yakin bahwa kamu ada dalam realitas lain
Karena kamu memang realitas yang sesungguhnya ada
Terkurung dalam ruang dan waktu yang berpilin

Hingga waktunya tiba, aku akan selalu menunggu kamu di realitasku
Atau suatu hari nanti aku akan menyeberanag menuju dimensi lain, dimensi dimana ruang dan waktu tak lagi menjadi sekat tetapi akan menjadi sebuah perekat antara realitas yang menjadikan kita bersama.

Untuk Kamu Realitas Yang Sesungguhnya Ada...

#30HariMenulisSuratCinta #DearKamuRealitasYangSesungguhnyaAda #Days13

#Days12

Dear Kamu Refleksi Cermin yang Tak Mampu Bicara...

Bayangan dicermin itu hanya bisa terdiam.
Tak ada gelombang suara yang mampu dihadirkan.
Semuanya sunyi dalam kelamnya lamunan.
Seperti heningnya suasana tengah malam.

Dia memang begitu berbeda hanya dalam sekali pandang.
Meruntuhkan segala realitas yang ada jelas terpampang.
Tapi bayangan di cermin itu seperti bertolak belakang.
Tak mampu bicara ketika berjarak segaris pedang.

Kamu adalah dirimu, yang seharusnya menjadi dirimu.
Kamu adalah cerminan dari bayangan yang ada didalam cermin.
Kamu sebuah refleksi cermin yang hidup dan mampu bicara.
Jangan biarkan kau sia-siakan kesempatan untuk bisa bicara.

Kamu yang sesungguhnya hadir,
Untuk mematahkan apa yang refleksi cermin tunjukkan dengan tak mampu bicara.

#30HariMenulisSuratCinta #UntukKamuRefleksiCerminYangtakMampuBicara #Days12


Thursday, February 5, 2015

#Days11

Dear Kamu Gunung Tertinggi di Timur Indonesia...

Hari ini? ohh tentunya bukan hari ini.
Karena ini hari ke-11 di masa lalu, tepatnya satu bilangan lebih awal.
Sekarang di masa depan orang-orang sedang ribut dengan impian dan akal.
Impian untuk menjejaki seluruh jiwa dan raga di puncak tertinggi.
Akal yang berfikir logis bagaimana membuat impian menjadikannya nyata.

Di belahan Indonesia dan juga dunia, segelintir orang sedang memandangi.
Refleksi akan dunia digital yang penuh warna-warni.
Berfikir pasti untuk menuliskan namanya di daftar entry.
Daftar yang akan membawanya ke puncak tertinggi.

Jarak yang masih panjang hampir sebagiannya dari 365 hari.
Tapi semangatnya menggebu-gebu dan sudah terpatri.
Tak bisa di ukur dengan rumus algoritma penentu tahun kabisat.
Ataupun rumus relativitasnya einsten yang sungguh hebat.

Semuanya untuk satu alasan, di balik sebuah kebahagiaan.
Kebahagiaan pelari ultra untuk menembus kemampuan diri.
Menerjang segala aral lintang yang alam suguhkan.
Untuk akhirnya bisa menikmati betapa indahnya alam indonesia ini.

Wahai sebelah timur indonesia.
Negeriku yang ku cinta.
Aku pasti akan menginjak puncak tertinggi di sana.
Bersama segala apa yang ku rasa.
Bersama segala apa yang ingin ku ungkapkan,
Tentang jiwa yang seutuhnya ada, dan tentang raga yang menanti setia.

Di sana, di puncak gunung tertinggi sebelah timur indonesia...

#30HariMenulisSuratCinta #UntukKamuGunungTertinggiDiTimurIndonesia #Days11