Showing posts with label bikepacker. Show all posts
Showing posts with label bikepacker. Show all posts

Tuesday, November 27, 2012

sang Malaikat sepanjang 414 km

"...Di tengah kegelapan itu aku masih bergelut dengan ketakutan dan keringat serta ketegangan dalam nafas yang terengah-engah karena berlari kesana kemari menghindari pengejaran si zombie, ketika sudah tidak ada jalan lagi untuk berlari dan aku dikelilingi para zombie yang haus darahhh, mungkin sekarang waktunya aku pasrah dan berdoa berharap ada sebuah keajaiban yang dapat menyelamatkanku dalam situasi seperti ini. Dalam kegalauan itu tiba-tiba muncul sebuah cahaya terang dari pojok kanan atas, sesosok malaikat bersayap dengan pakaian serba putih mengibaskan sayapnya ke arah para zombie dan seketikapun itu para zombie terpental. Aku langsung menggapai uluran tangan sang malaikat dan ikut terbang menjauhi kumpulan para zombie yang hanya bisa melongo melihat santapan malamnya terlepas begitu saja, akupun tersenyum dengan bangga sambil melambaikan tangan ke arah para zombie, saking senangnya aku tidak melihat sebuah potongan beton besar dan akupun terbentur dengan keras dan terbangun dari mimpi..."
Hanya sebuah Ilustrasi...hahaha
ahhhh ternyata itu cuman si mimpi *sambil usap-usap kepala yg kejedot*, oke guys pagi ini si guweh mau coba ngereview perjalanan si guweh sewaktu ngelakuin solo #bikepacker nekat menembus jalur berlikunya bandung menuju sawarna, kenapa si guweh bilang nekat, karena perjalanan ini bener-bener dilakuin tanpa persiapan yang matang, alhasil dihari terakhir ngagowes menuju kepulangan ke bandung tercinta tepatnya didaerah cipatat padalarang, pantat udah sangat ampunn dan kayanya udah ngga berbentuk saking udah ngga nyaman lagi menduduki si sadel (istilah buat jok sepeda) dan rantai sepeda udah mulai kering kerontang yang mengakibatkan perputarannya menjadi sedikit tidak normal dan itu membuat kayuhan menjadi sedikit berat (efek tidak bawa pelumas rantai, rantai sering terkena air dan panas matahari jadi sukses buat si rantai dehidrasi dan mengering, untung tidak RIP juga..hahaha).

Sebuah perjalanan itu memang ngga akan pernah telepas dengan yg namanya 'malaikat' atau sebut saja seseorang yg baik hati, tidak sombong, rajin menabung, anti alay, anti israel, anti nyamuk #loh kok *putar-putar kepala yg kejedot, sapa tau ada yg koslet..heu* yah mungkin itu bantuan yg TUHAN berikan ketika kita benar-benar sendiri dalam menempuh sebuah obsesi positif kita dan bantuan itu mungkin datang dari kebaikan-kebaikan kita di masa lalu, kita harus percaya kalau setiap kita melakukan sebuah kebaikan maupun kejahatan, semuanya itu pasti kembali pada kita, jadi mulailah kita menabung sebuah kebaikan walaupun itu kecil sekecil biji sawi...:)

Malam itu tepatnya pukul 11 malem, si guweh sudah lelah dari ujung kaki ampe ujung langitt karena total sudah 12 jam perjalanan si guweh mengayuh pedal c kukut, walopun sudah sangat payah pas di tanjakan gekbrong menuju sukabumi. Sampailah di cibadak sukabumi, tepatnya dirumah teman lama rumahnya c Heikal, teman satu kerjaan dulu waktu di panasia, sebelum akhirnya harus memilih jalan masing-masing karena terkena PHK masal..heu, dan inilah sang malaikat yg pertama M.Heikal, yang baru beristri 1 dan dikaruniai seorang anak perempuan yang lucu bernama Aya. Alhamd sewaktu nyampe disana langsung dijamu dengan sajian ikan bakarrr yang maknyusss, gimana ngga maknyuss coba, sudah lelah yang mendera jiwa setengah hari harus bergelut gowes dari titik 0 km bandung (titik 0 km bandung berada dijalan asia afrika) dan berakhir di cibadak sukabumi setelah melewati jalur cianjur dan sukabumi kota. Malam itu benar-benar indah dan nyaman bisa merasakan sebuah kepuasaan dan kebanggan tersendiri, setelah nyenyak tidur karena saking lelahnya, pagi itu si guweh langsung mandi dan setelah mandi disuguhi sarapan yang nikmat khas sunda, apalagi kalau bukan nasi hangat, asin, ayam, lalaban dan sambel tentunya sodarah-sodarah..hmmm awal pagi yg menggugah semangat, sebelum berangkat kembali melanjutkan perjalanan menuju desa sawarna.
si Lucu Aya, Putrinya Heikal my old pren...
Pagi itu tepat pukul 10 pagi, si guweh melanjutkan perjalanan dengan c kukut (kukut nama kesayangan bwt sepedah si guweh ^_^) dari cibadak sukabumi menuju pelabuhan ratu sekitar sore sebelum ashar, merasakan kepuasan dulu akhirnya tiba di palabuhan ratu setelah lumayan lelah harus menaklukan tanjakan-tanjakan selama perjalanan menuju pelabuhan ratu, setelah puas bermain-main dengan air asin perjalananpun dilanjut untuk ke desa sawarna, tapi sebelum berangkat mampir dulu di warung nasi, disana bertemu teman ngobrol anggap aja namanya ahmad (lupa lagi namanya), dia seumuran si guweh yang bekerja di kapal ferry dan kontraknya setiap 8 bulan sekali, sehabis 8 bulan otomatis langsung nganggur sampai ada panggilan kerja berikutnya lagi, ahmad asli orang tasikmalaya yang menikah dengan gadis pelabuhan ratu dan tinggal di pelabuhan ratu selama menunggu panggilan kerja sambil kecil-kecilan membuka warung nasi, si ahmadpun ngasih tau hati-hati perjalanan menuju sawarna treknya menanjak dan jarang ada kehidupan, udah mau malam gini, mending tar kalau nemu mesjid langsung bermalam aja, setelah puas ngobrol dengan ahmad dan si guweh dapet perbekalan air minum gratis dari si ahmad..hehe dan si guweh pun langsung pamit dan kembali melanjutkan perjalanan, kebetulan keadaan saat itu terjadi insiden si komo lewat yang menyebabkan jalanan menjadi macet, maklum hari itu pas hari libur lebaran jadi masyarakat disegala penjuru namplok dipelabuhan ratu...
Penampakan c kukut saat di Palabuhan Ratu
Dari pelabuhan ratu perjalanan akhirnya berlanjut menyusuri kawasan pantai disepanjang perjalanan, suasana yang cukup ramai disepanjang jalan walaupun jalan sudah mulai gelap, akhirnya perjalanan si guweh bersama c kukut harus diakhiri pada pukul 7 malam, karena ternyata benar kata c ahmad jalurnya sudah mulai subhanalloh dengan tanjakan-tanjakannya yang lumayan ngena di nafas dan juga suasana yang mulai membuat batas jarak pandang memendek, sebenarnya hal yang ngebuat si guweh untuk langsung cari mesjid itu ketika ditanjakan menuju desa cisolok, si guweh dengan semangat 45 masih mengayuh pedal dengan harapan bisa bergerak menembus batas gravitasi, tapi apa dikata dikemiringan yang lumayan miring buat orang-orang miring dan di sisa tanjakan yang tinggal 20% lagi si guweh harus berhenti karena kaki sudah tidak sanggup untuk menggerakan pedal sepedah dan alhasil karena pengaruh malam yang gelap gulita tanpa penerangan dan mengandalkan lampu sorot yang si guweh bawa, ketika mau menginjakkan kaki ke tanah ternyata si guweh ngga nemu tanah dan 'gudubragggg' si guwehpun terjatuh diantara semak-semak belukar, saking kencengnya, orang-orang yang lagi nongkrong diatas pada berhamburan liatin sebuah panorama dikegelapan ada orang jatuh, mungkin pikir mereka ada motor yang tubrukan tapi ternyata perkiraan mereka NOL besar karena yang jatuh hanya seorang anak kasep dari bandung dengan sepedanya..hahaha..akhirnya si guweh mutusin dan bernazar dalam hati, kalau si guweh nemu mesjid langsung istirahatin, dan alhamd akhirnya si guweh nemu mesjid di desa cisolok, nama mesjidnya mesjid daarussalam. Selepas sholat isya, si guweh pun langsung meminta ijin ama pa haji untuk bermalam di mesjid alhamd TUHAN menurunkan kembali malaikat-NYA lagi yang akhirnya si guweh bisa nyaman tidur dimesjid. Mesjid daarussalam masih dalam proses pembangunan, masih kekurangan dana untuk membangun dan salutnya mereka tidak meminta sumbangan di jalan-jalan, hanya mengandalkan gotong royong warga dan kebaikan para dermawan untuk menyumbang. si guwehpun akhirnya beristirahat agar besok bisa segar bugar melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir, SAWARNAAAA....Selepas sholat shubuh dan mengobrol sebentar sama pa haji, si guweh langsung melanjutkan perjalanan, tepatnya pukul 6 pagi melanjutkan perjalanan untuk menembus jalur dengan tanjakan super. Ditanjakkan pertama langsung disuguhi pemandangan nan indah, terlihat pantai yang indah dari atas setelah melalui desa cisolok...
Pemandangan dari atas tanjakan setelah desa cisolok

Wednesday, October 17, 2012

solo #bikepacker from Bdg 0 km to sawarna banten

"..#6days membelah jalur selatan menuju eksotisme pantai selatan, perjalanan pertama #bikepacker terjauh yg mudah-mudahan menjadi kunci gerbang untuk menggapai petualangan selanjutnya yg bakalan lebih seru dan menantang, karena inilah manusia yg selalu ingin lebih dari segala hal termasuk untuk melakukan petualangan yg lebih dahsyat, semoga ALLOH selalu beri jalan untuk menggapai setiap cita dan harapan.."

Starts from Bdg 0 km to sawarna banten at 21 august 2012 - 26 august 2012
Bdg 0 km - cianjur - sukabumi - palabuhan ratu - desa sawarna banten - eXplore sawarna - palabuhan ratu - sukabumi - cianjur - padalarang - bdg 0 km
Total 414 km
#Days-1 Bandung 0 km -> Cianjur -> Sukabumi (21-Agustus 2012)
Selasa yahhh, ini hari selasa, sepertinya hari ini bener-bener hari selasa, sungguh bener selasa...Tubuh serasa sedang terbang melayang karena aktivitas sehari sebelumnya yg menguras banyak energi dan stamina, tapi ada satu yg masih power full dan itu pastinya adalah sebuah SEMANGAT, ini yg akhirnya membuat si guweh pergi melangkah dengan segala persiapan yg ada karena ternyata emang apa adanya.

Rute dimulai dari Bdg 0 km (jln.asia afrika) menuju cianjur dan finish di cibadak sukabumi, Paling berasa saat di tanjakan gekbrong, tanjakannya panjang dan membuat tu'ur leklok. Sangat menyiksa tanjakan gekbrong, karena ini merupakan starts awal atau bisa dibilang pemanasan, otot-otot masih kaku, nafas masih belum teratur, kalau diibaratkan dalam bahasa sunda mah masih 'reuwas' jadinya ini sangat menyiksa dilalui..heu
Setibanya di cibadak sukabumi sekitar jam 11 malem, langsung menuju rumah temen lama namanya heikal dan disana langsung disambut dengan sajian ikan bakar..hehe. Hatur nuhun buat heikal & family udah diijinin nginep dan dikasih sajian ikan bakar yg maknyoosss :)

#Days-2 Sukabumi -> Palabuhan Ratu -> Cisolok (22-Agustus 2012)
Setiap kayuhan bukan sekadar hanya ikut rutinitas dalam menggerakkan roda, tapi lebih dari itu tersimpan makna yg lebih besar karena hentakkan yg terjadi merupakan perpaduan antara kaki dan nafas yg dibalut oleh kalimah ALLOH dan disajikan dengan hamparan luas segala penciptaan-NYA yg begitu sempurna.

Lanjut perjalanan dari Cibadak sukabumi menuju ke Palabuhan ratu untuk eXplore palabuhan ratu lalu finish di cisolok. Tengah hari berasa menyiksa gowes menyantap tanjakan di jalur yg mau ke palabuhan ratu, memang hal utama adl mental, banyak bergelut dengan mindset kita sendiri ketika melihat tanjakan panjang dan teriknya mentari yg begitu menyengat...Pelajaran yg diambil, yg penting harus yakin bahwa kita pasti bisa, karena di dunia ini tidak ada yg tidak bisa. Masuk ke palabuhan ratu dikenakan tiket masuk sebesar Rp.8.000, tapi berhubung si guweh pake sepeda yahh jadinya gratis, kenapa bisa gratis? karena si guweh lewat jalur lain yg ngga ada loket buat tiket masuk..hehe. Sesampai di pelabuhan ratu hanya sebentar explore karena tujuan utamanya masih panjang dan akhirnya sore itu juga langsung gowes menuju sawarna, kebetulan pada saat itu suasana lebaran jadi jalur dipelabuhan ratu begitu padatnya hingga macet panjang, gowespun terus berlanjut dan ketika hari sudah gelap si guweh langsung bermalam di mesjid daarussalm cisolok, nuhun buat pa haji yg udah ngijinin si guweh bermalam.

Tuesday, October 16, 2012

Kayuhan si #Nubikers

#Days-1 Lanud Sulaeman Kopo - Perkebunan Teh Pasir Malang Pangalengan

Hari itu memang tidak secerah hati si guweh karena rintikan H2O yang bertaburan penuh arti untuk mendinginkan suasana kota bandung tercinta yg dilanda panas berkepanjangan dan rupanya gerimis rupanya gerimis mengundang eaa eaa #apasih ayo lanjutt lagi, saat itu waktu terdiam di angka 10 - 06 pada sela-sela jam tangan yg menunjukkan tanggal 6-oct 2012, tepat pukul 3 sore anak-anak nubikers mengikat janji setia untuk berkumpul dihalaman depan lanud sulaeman kopo. Tepatnya kita berlima, si guweh, abuhe, adit, irmut dan rifki sudah menyatukan jiwa dan raga untuk mengarungi bahtera petualangan menuju kota susu *wow susu atu* a.k.a pangalengan, mungkin perjalanan ini akan menjadi sesuatu yg baru bagi rifki dan irmut, secara ini adalah perjalanan pertama terjauh mereka menggunakan kayuhan sepedah dan kita semua berharap perjalanan ini sukses mengukir urat-urat tukang beca di betis mereka..hahaha.

Perjalanan pun dimulai dari lanud sulaeman kopo kita bergerak ke arah selatan melintasi katapang, soreang dan banjaran. Sore itu suasana lalu lintas masih aman terkendali, hanya saja ketika perjalanan dari arah soreang menuju banjaran ternyata lalu lintas padat merayap karena ada perbaikan jalan dari aspal yg korodok menuju jalan beton yg kokoh, sukses perjalanan memakan waktu 1 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 13 km. dari banjaran kami-pun melanjutkan perjalanan menuju pangalengan sang kota susu yg bertebaran susu dimana-mana (bukan susu perawan, tp susu emaknya sapi yg sudah di olah menjadi permen susu ampe kerupuk susu).

Perjalanan mulai memberat karena jalanan sudah mulai tidak rata lagi seperti jalur kopo menuju banjaran tetapi jalanan sudah mulai menajak pertanda semakin dekatnya kita buat ngintip bidadari lagi mandi dikhayangan #lohh #apaansih, sebenernya biat si guweh, adit, abah dan rifki masih belum ada masalah, tapi buat irmut *srikandi nekaddd* sudah mulai membuat derita bagai disergap oleh para bawang merahh. tapi dia tetap semangat karena kita semua bawa pecut buat mecutin si irmut agar dia ngga leyeh-leyeh sambil nungging, tapi semangat ngegenjot si pedal besi supaya tetap berputar sesuai porosnya sehingga sang waktu yg bergerak tidak sia-sia karena dibayar dengan jarak ke pangalengan semakin menipis. sepanjang jalan banjaran menuju pangalengan tanjakannya stabil, si guweh pun bersama c kukut (panggilan sayang buat sepedah MTB si guweh dari pabrikan UNITED cap EXOTIC) yang memiliki 21 speed (3 speed depan dan 7 speed belakang) masih terus setia di speed 3 untuk depan dan speed 6 untuk belakang, strategi seperti ini yg menjadi favorit si guweh dalam mengayuh c kukut, sebenernya untuk posisi di 3-6 idealnya dijalan rata atau menukik, tapi lantaran si guweh memang sekalian melatih kaki, jadi tetap stabil diposisi speed seperti itu walaupun dengan resiko pedal cepat rusak karena dipaksa untuk bekerja ekstra.

Ditengah gelapnya jalur pangalengan
Banjaran pangalengan yg berjarak kurang lebih 27 km akhirnya selesai ditempuh dengan beriramakan lagu alm.meggy Z berjudul jatuh bangun selama perjalanan..heu, kurang lebih 3,5 jam kita bisa menempuhnya. Waktu tempuh sedikit lama karena banyaknya istirahat buat memberikan irmut kesempatan untuk bernafas..hehe, rifki pun di sini sudah mulai kewalahan, tapi tetap semangat untuk melanjutkan perjalanan dari pangalengan menuju perkebunan pasir malang. jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, suasana yang sudah mulai mencekam karena penerangan sangat minim, jadi kita harus bisa lebih hati-hati diperjalanan karena suasana gelap dan juga lalu lalang kendaran besar yang sesekali muncul membuat sok terapi bagi irmut yang sudah mulai sering melebar ketengah jalan waktu mengayuh sepeda. perjalanan yg masih dihiasi jatuh bangunnya personel srikandi nekadd kita akhirnya membuahkan hasil sampai di finish di messnya perkebunan teh pasir malang pangalengan pada pukul 11 malem dengan jarak tempuh kurang lebih 18 km selama 3 jam dengan trek yg lebih menantang di banding trek banjaran pangalengan, karena pada trek pangalengan menuju perkebunan teh pasirmalang jalanan bervariasi dengan tanjakan tajam dan turunan curam yg menambah kegalauan pada petualangan anak-anak nubikers di malam minggu..hahaha

Perapian yg menjadi teman kehangatan
Sesampainya di mess perkebunan teh pasirmalang kita disambut oleh para pekerja dan penjaga, ternyata sungguh sungguh menyenangkan ketika kita sampai ada yg menyambut dengan sudah disediakannya makan malam, perapian dan air hangat untuk berendam menyegarkan otot-otot yg sudah lelah mengayuh setiap kayuhan *jadi guweh harus bilang woww gituhh sambil guling guling pake sepedah*, setelah menikmati jamuan malam itu, kitapun langsung menghangatkan badan di perapian yg sudah kedinginan karena tidak ada lagi pergerakan yg berarti selama berada didalam ruangan dengan ac alami khas pangalengan.
Akhir perjalanan menuju perkebunan teh pasir malang di tutup dengan kilas balik selama perjalanan dan juga dikahiri dengan segarnya mandi air hangat dan kitapun silih bergantian menuju alam mimpi pada pukul 2 pagi dengan posisi tidur yg bervariasi..

#Days-2 Explore Perkebunan Teh Pasir Malang Pangalengan

Minggu pagi yang menusuk membelah tulang tulang dalam balutan kulit tak berdaging, suasana mulai mengilhami jiwa-jiwa yg kedinginan untuk mencari kehangatan #apaanlagisihh, okehh kita lanjutt menikmati petualangannya untuk explore perkebunan teh pasirmalang pangalengan di 07-oct 2012, setelah menikmati santap pagi yg sudah tralala trilili di meja makan dan kita tinggal menikmatinya dengan ditemani secangkir teh panas khas yang langsung dibuat dari pabrinya (fyi, kita menginap tepat dibelakangnya pabrik teh yang konon direkturnya adalah ayah salah satu dari kita, yang pasti bukan si guweh T.T)

Suasana penebangan kayu di area mess PTPN Pasir Malang
Akhirnya di pagi itu kira-kira jam 9 pagi, kita berkeliling perkebunan teh pasirmalang sambil menikmati hamparan perkebunan teh yang membentang layaknya karpet alami yg ALLOH berikan sebagai penyejuk mata-mata setiap insan yg melihatnya, yah inilah kebesaran sang KHOLIQ yg menciptakan bumi dan isinya begitu sempurna tanpa cacat dan kita hanyalah manusia kerdil yg sangat 'kacida' kalau sampai harus bersombong dengan apa yg sebenernya itu bukan milik kita, dan titipan yg ALLOH titipkan juga tidak sebesar taiikk kuku (acara ceramah pagi biar tambah semangat gowessnya..hehe).

Gaya maut Nubikers before arround PTPN Pasir Malang
Kita berkeliling PTPN VIII Pasir Malang hanya mengikuti alur jalan saja, tidak semua kita explore karena gak kebayang ajah kita harus berpusing pusing ria mengelilingi kebun teh yg luasnya 986 hektare, kebun teh ini sendiri per hektarenya kurang lebih mampu memproduksi 2.530 kg teh kering, lumayan kan kalo dipanggul pake sepeda paling berapa persennya yg bisa ke angkut, itu juga cuman baru sehektarenya, apalagi kalo dikali 986, gak kebayang dan jangan cape-cape ngebayangin karena tujuan kita ke PTPN ini buat refreshing, bukan disuruh buat muter otak ngitung yg gituan..hehe.

Situ di area PTPN Pasir Malang
dalam perjalanan berkeliling, ternyata ada situ juga diantara hamaparan kebun teh, lumayan buat sekadar menikmati pasgi atau sore sambil galau nyemplung ke situ. sambil asik explore berkeliling PTPN pasir malang, ternyata ada tragedi si irmut nyungseb ke pinggir kebun teh, memang sudah nasib dari semalem kerjaannya nyungseb melulu..hehe
Irmut yg terjungkal waktu 'standing bike'
Tidak terasa mataharipun sudah mulai tidak bersahabat semakin menyengat menyinari dengan panasnya, kitapun mengakhiri perjalanan berkeliling PTPN pasir malang dan berlanjut menuju mess untuk istirahat dan makan siang lalu lanjut pulang ke bandung kota tercintahhh.

Sunday, February 26, 2012

Jelajah Pelabuhan Ratu Hingga ke Ujung Genteng

Pagi itu si aku masih bergelut dengan bantal, masih diantara sadar dan tidak, mataku masih merem melek merem melek minta disumpal sama korek api..heu. Sambil masih berfikir apakah mau bangun atau tetap menikmati si bantal empuk yg selalu melenakan tubuh. akhirnya si akupun memaksakan diri untuk bangun, dan hal pertama yang aku lakukan adalah membuka laptopku lalu berselancar. Pagi itu sekitar jam 9 pagi, aku masih asik berselancar di dunia maya, dan dihalaman jejaring sosial aku melihat satu event dari teman lamaku, bahwa dia mengirimkan undangan pernikahan tepat pada hari sabtu tgl 31 desember 2011, wow ternyata sekarang ucapku dalam hati. akupun mulai mencatat alamat tempat resepsinya dan mencoba menelusuri dengan aplikasi bing peta lengkapnya, dan apa yang aku caripun akhirnya aku dapat dan aku tulis diselembar kertas alamat dan petunjuk jalannya.
Setelah itu akupun bergegas untuk mandi sambil langsung mematikan benda persegi berukuran 14 inch dengan ketebalan sekitar 2,5 cm yang selalu menemani hari-hariku...(ciehhh yg nulis geje bangettt, ngga tau tuh sapa yg nulis, yg jelas bukan gw..titik)

Tepat pukul 10.30 WIB akupun langsung memacu si kuda besi yg aku beri nama si kasep, mulai bergerak terarah dengan destinasi awal menuju sukabumi tempat resepsi pernikahan. Perjalanan terasa panjang krn harus melewati asia afrika (gile banget, antar benua gan hahaha), berhubung rumah si gw (berubah dari si aku menjadi si gw hahaha, biar rada keren dikit) emang sangat ngota sekali tepat berada tidak jauh dari dua benua (kekeh eta jalan asia afrika..hahay) jadi ini dari td si gw bulak balik dekok tak bertepi, ya udah scene yg ini kita skip ajahh, berhubung jalannya sirothol mustaqim (lurus terus) pokonya pasti melewati bandung coret, pasisian padalarang (muup kalo ada temen si gw yg tinggal daerah sana), rajamandala, cianjur dan akhirnya tiba di sukabumi. Tiba di kabupaten sukabumi, ngga tau tepatnya dimana (pokonya deket pabrik apa, banyak yg pulang gawe) ternyata macet mas & mba bro, disana sedikit worried takut ngga keburu ke nikahan, tp coba bersikap sabar dan tidak lupa baca bismillah dan alhamdulillah macetnya tetep aja seperti biasa tidak ada yg berubah, yg berubah pergerakan motor yg bergeser beberapa meter dalam rentang waktu yg lumayan lama...hadeeeehhhhh (eits inget si sabarrr jgn disuruh pulang, harus terus nemani dlm perjalanan..hehe). Akhirnya keluarlah dari kemacetan dan tibalah dikota sukabumi sekitar jam 2 siang, dari sanah mulai memegang sesoek (bahasa bakunya secarik) kertas hasil coret mengcoret petunjuk dari si peta (dilema teu kagungan printer, jd harap memaklumi) akhirnya ketemu juga tuh gedung, tapi memang jalanan di sukabumi lebih memudahkan turis asing seperti saya (hihihi) karena petunjuk jalannya lebih mudah dengan setiap lampu merah dibekali petunjuk dgn nama jalannya, jd kita bisa tau mau pergi kejalan apa.
Akhirnya endang kusmara menemukan jodohnya (moga aja ditularin jd bisa cepet-cepet menimang cucu #eh), di nikahan juga ketemu si teguh disastro, walopun ngga ketemu ama anak2 kioo lainnya tp ya teu nanaonlah. ok perjalanan berlanjut, sehabis sholat lgsg memantapkan hati untuk menyusuri pelabuhan ratu dan ujung genteng di malam pergantian tahun.

Perjalanan dilanjutkan ke arah selatan menuju pelabuhan ratu, dengan jarak tempuh dari kota sukabumi ke pelabuhan ratu sekitar 2 jam, kalo dikonversi ke kilometer tinggal dipecahkan menjadi bilangan kuadran yg terbagi atas dua senyawa kompleks (jgn dihiraukan kata-kata setelah 2 jam..heu) akhirnya nyampelah di pelabuhan ratu pada tepatnya jam 5 sore setelah menebus tiket masuk sebesar 8000 perak (mahal banget 8000 perak, kalo dikonversi harga perak 1 gr 100rebu, berapa tuh kalo 8000, lagi2 ngga penting, skip lagi). sebelum nyampe di pantai pelabuhan ratu, perjalanan disuguhi dgn pelabuhan dan pasar ikan yg mewarnai aktivitas sore itu, berhubung belum sholat ashar, langsung menepikan si kaset diantara pantai dan mesjid (lupa mesjid apa namanya, pokonya satu-satunya mesjid yg lumayan dan bnyk dikunjungi), sehabis sholat langsung menikmati pantai pelabuhan ratu, sedikit merasakan segarnya suasana matahari terbenam walaupun menurut saya pantai pelabuhan biasa aja, tp lumayanlah ngga pake lumanyun.


Boleh dibilang dipelabuhan ratu sendiri untuk masalah penginapan tersebar luas, dari homestay ampe losmen2 yg nyewain cuman buat beberapa jam ajah (kalo bahasa kerennya short time). Sambil menikmati pantai sambil berfikir mau ngapain lagi, ya udah kayanya liat kembang api aja pas nanti pergantian tahun, bodornya si gw balik lagi ke pusat pelabuhan ratu buat nyari warnet dan beli sedikit cemilan dan cepuluh, alhasil ketika mau balik lagi ke area pantai...wuiihhhhhh macetnya gan, semua kayanya numplek di mariii, ya udinlah ikutin arus macet ajah (bari ngebayangi kalo mudik kayanya seperti ini, berhubung urang bandung asli, ti borojol nepi ka di boro-boro ku batur, setia stay di bandung tercinta), sambil berjalan sambil cari tempat yg bagus buat liat kembang api, dan akhirnya dibuyarkan oleh si raja PDAM yg senengnya menghamburkan air ke bumi..hadeeehhh, ditepikanlah si kasep disuatu tempat parkir di daerah pantai, yg namanya lupa, pokonya pantailah. udah itu lsgs nyari tempat yg nyaman ajah, dan akhirnya PDAM pun keabisan air (horeeeee) berbarengan dengan itu si gw udah dapat tempat yg lumayan strategis sambil menikmati mie rebus telor dan es kelapa muda susu (mantebbb pokonya gan, cuman hanjakal ajah olangan, sedangkan didepan mata abg pada bobogohan ngabibita batuurr..heu..ya sudahlah biarkan sajah, kita nikmatin ajah detik-detik pergantiann tahunnya).
Dan suara kembang api pun memecah kegandengan dari ribuan orang yg tumplek dan berisik niupan terompet limarebuan, wuihhh pemandangan asoyyy geboyyy mang (dalam moment ini ada 2 kekurangan yg sangat mengganggu, pertama kameraaa yg masih rusak bekas di bali, dan kedua si neng geulis yg entah kapan bisa menemani moment-moment seperti ini lagi..hahaha lebay dehh).

Pertunjukanpun berakhir, dan sang PDAM pun datang kembali membawa bala tentara yg lebih banyak dan lama, sampai jam 2 pagi hujanpun ngga berhenti reda, akhirnya si guwe nekad melanjutkan perjalanan dan ternyata badai tidak berlalu, perjalanan dihiasi dengan berjejernya kendaraan yg tak beraturan, sampai jam 5.30 pagi akhirnya bisa keluar dari kemacetan...fiuhhhh..hmmmm..berlanjut perjalanan menuju ujung genteng, rehat dulu dipom bensin bwt isi peluru. tepat jam 6 pagi si guwe melanjutkan perjalanan menuju ujung genteng, melewati kebun teh dan jalanan yg berkelok-kelok akhirnya sampai juga di gerbang ujung genteng dengan waktu 2 jam (kembali si guwe menebus seharga 8 rebu untuk memasuki kawasan UG), setelah gerbang UG disuguhkan banyak pemandangan yg menyejukkan mata...cihuuyyyy nyampe juga nih ke ujung genteng, setelah misi 10 tahun lalu masih belum terselesaikan.

Ujung genteng Journal

curat coret by.eL23 #eLjourney
"ke barat lalu ke timur"