"...Di tengah kegelapan itu aku masih bergelut dengan ketakutan dan keringat serta ketegangan dalam nafas yang terengah-engah karena berlari kesana kemari menghindari pengejaran si zombie, ketika sudah tidak ada jalan lagi untuk berlari dan aku dikelilingi para zombie yang haus darahhh, mungkin sekarang waktunya aku pasrah dan berdoa berharap ada sebuah keajaiban yang dapat menyelamatkanku dalam situasi seperti ini. Dalam kegalauan itu tiba-tiba muncul sebuah cahaya terang dari pojok kanan atas, sesosok malaikat bersayap dengan pakaian serba putih mengibaskan sayapnya ke arah para zombie dan seketikapun itu para zombie terpental. Aku langsung menggapai uluran tangan sang malaikat dan ikut terbang menjauhi kumpulan para zombie yang hanya bisa melongo melihat santapan malamnya terlepas begitu saja, akupun tersenyum dengan bangga sambil melambaikan tangan ke arah para zombie, saking senangnya aku tidak melihat sebuah potongan beton besar dan akupun terbentur dengan keras dan terbangun dari mimpi..."
![]() |
| Hanya sebuah Ilustrasi...hahaha |
ahhhh ternyata itu cuman si mimpi *sambil usap-usap kepala yg kejedot*, oke guys pagi ini si guweh mau coba ngereview perjalanan si guweh sewaktu ngelakuin solo #bikepacker nekat menembus jalur berlikunya bandung menuju sawarna, kenapa si guweh bilang nekat, karena perjalanan ini bener-bener dilakuin tanpa persiapan yang matang, alhasil dihari terakhir ngagowes menuju kepulangan ke bandung tercinta tepatnya didaerah cipatat padalarang, pantat udah sangat ampunn dan kayanya udah ngga berbentuk saking udah ngga nyaman lagi menduduki si sadel (istilah buat jok sepeda) dan rantai sepeda udah mulai kering kerontang yang mengakibatkan perputarannya menjadi sedikit tidak normal dan itu membuat kayuhan menjadi sedikit berat (efek tidak bawa pelumas rantai, rantai sering terkena air dan panas matahari jadi sukses buat si rantai dehidrasi dan mengering, untung tidak RIP juga..hahaha).
Sebuah perjalanan itu memang ngga akan pernah telepas dengan yg namanya 'malaikat' atau sebut saja seseorang yg baik hati, tidak sombong, rajin menabung, anti alay, anti israel, anti nyamuk #loh kok *putar-putar kepala yg kejedot, sapa tau ada yg koslet..heu* yah mungkin itu bantuan yg TUHAN berikan ketika kita benar-benar sendiri dalam menempuh sebuah obsesi positif kita dan bantuan itu mungkin datang dari kebaikan-kebaikan kita di masa lalu, kita harus percaya kalau setiap kita melakukan sebuah kebaikan maupun kejahatan, semuanya itu pasti kembali pada kita, jadi mulailah kita menabung sebuah kebaikan walaupun itu kecil sekecil biji sawi...:)
Malam itu tepatnya pukul 11 malem, si guweh sudah lelah dari ujung kaki ampe ujung langitt karena total sudah 12 jam perjalanan si guweh mengayuh pedal c kukut, walopun sudah sangat payah pas di tanjakan gekbrong menuju sukabumi. Sampailah di cibadak sukabumi, tepatnya dirumah teman lama rumahnya c Heikal, teman satu kerjaan dulu waktu di panasia, sebelum akhirnya harus memilih jalan masing-masing karena terkena PHK masal..heu, dan inilah sang malaikat yg pertama M.Heikal, yang baru beristri 1 dan dikaruniai seorang anak perempuan yang lucu bernama Aya. Alhamd sewaktu nyampe disana langsung dijamu dengan sajian ikan bakarrr yang maknyusss, gimana ngga maknyuss coba, sudah lelah yang mendera jiwa setengah hari harus bergelut gowes dari titik 0 km bandung (titik 0 km bandung berada dijalan asia afrika) dan berakhir di cibadak sukabumi setelah melewati jalur cianjur dan sukabumi kota. Malam itu benar-benar indah dan nyaman bisa merasakan sebuah kepuasaan dan kebanggan tersendiri, setelah nyenyak tidur karena saking lelahnya, pagi itu si guweh langsung mandi dan setelah mandi disuguhi sarapan yang nikmat khas sunda, apalagi kalau bukan nasi hangat, asin, ayam, lalaban dan sambel tentunya sodarah-sodarah..hmmm awal pagi yg menggugah semangat, sebelum berangkat kembali melanjutkan perjalanan menuju desa sawarna.
![]() |
| si Lucu Aya, Putrinya Heikal my old pren... |
Pagi itu tepat pukul 10 pagi, si guweh melanjutkan perjalanan dengan c kukut (kukut nama kesayangan bwt sepedah si guweh ^_^) dari cibadak sukabumi menuju pelabuhan ratu sekitar sore sebelum ashar, merasakan kepuasan dulu akhirnya tiba di palabuhan ratu setelah lumayan lelah harus menaklukan tanjakan-tanjakan selama perjalanan menuju pelabuhan ratu, setelah puas bermain-main dengan air asin perjalananpun dilanjut untuk ke desa sawarna, tapi sebelum berangkat mampir dulu di warung nasi, disana bertemu teman ngobrol anggap aja namanya ahmad (lupa lagi namanya), dia seumuran si guweh yang bekerja di kapal ferry dan kontraknya setiap 8 bulan sekali, sehabis 8 bulan otomatis langsung nganggur sampai ada panggilan kerja berikutnya lagi, ahmad asli orang tasikmalaya yang menikah dengan gadis pelabuhan ratu dan tinggal di pelabuhan ratu selama menunggu panggilan kerja sambil kecil-kecilan membuka warung nasi, si ahmadpun ngasih tau hati-hati perjalanan menuju sawarna treknya menanjak dan jarang ada kehidupan, udah mau malam gini, mending tar kalau nemu mesjid langsung bermalam aja, setelah puas ngobrol dengan ahmad dan si guweh dapet perbekalan air minum gratis dari si ahmad..hehe dan si guweh pun langsung pamit dan kembali melanjutkan perjalanan, kebetulan keadaan saat itu terjadi insiden si komo lewat yang menyebabkan jalanan menjadi macet, maklum hari itu pas hari libur lebaran jadi masyarakat disegala penjuru namplok dipelabuhan ratu...
![]() |
| Penampakan c kukut saat di Palabuhan Ratu |
Dari pelabuhan ratu perjalanan akhirnya berlanjut menyusuri kawasan pantai disepanjang perjalanan, suasana yang cukup ramai disepanjang jalan walaupun jalan sudah mulai gelap, akhirnya perjalanan si guweh bersama c kukut harus diakhiri pada pukul 7 malam, karena ternyata benar kata c ahmad jalurnya sudah mulai subhanalloh dengan tanjakan-tanjakannya yang lumayan ngena di nafas dan juga suasana yang mulai membuat batas jarak pandang memendek, sebenarnya hal yang ngebuat si guweh untuk langsung cari mesjid itu ketika ditanjakan menuju desa cisolok, si guweh dengan semangat 45 masih mengayuh pedal dengan harapan bisa bergerak menembus batas gravitasi, tapi apa dikata dikemiringan yang lumayan miring buat orang-orang miring dan di sisa tanjakan yang tinggal 20% lagi si guweh harus berhenti karena kaki sudah tidak sanggup untuk menggerakan pedal sepedah dan alhasil karena pengaruh malam yang gelap gulita tanpa penerangan dan mengandalkan lampu sorot yang si guweh bawa, ketika mau menginjakkan kaki ke tanah ternyata si guweh ngga nemu tanah dan 'gudubragggg' si guwehpun terjatuh diantara semak-semak belukar, saking kencengnya, orang-orang yang lagi nongkrong diatas pada berhamburan liatin sebuah panorama dikegelapan ada orang jatuh, mungkin pikir mereka ada motor yang tubrukan tapi ternyata perkiraan mereka NOL besar karena yang jatuh hanya seorang anak kasep dari bandung dengan sepedanya..hahaha..akhirnya si guweh mutusin dan bernazar dalam hati, kalau si guweh nemu mesjid langsung istirahatin, dan alhamd akhirnya si guweh nemu mesjid di desa cisolok, nama mesjidnya mesjid daarussalam. Selepas sholat isya, si guweh pun langsung meminta ijin ama pa haji untuk bermalam di mesjid alhamd TUHAN menurunkan kembali malaikat-NYA lagi yang akhirnya si guweh bisa nyaman tidur dimesjid. Mesjid daarussalam masih dalam proses pembangunan, masih kekurangan dana untuk membangun dan salutnya mereka tidak meminta sumbangan di jalan-jalan, hanya mengandalkan gotong royong warga dan kebaikan para dermawan untuk menyumbang. si guwehpun akhirnya beristirahat agar besok bisa segar bugar melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir, SAWARNAAAA....Selepas sholat shubuh dan mengobrol sebentar sama pa haji, si guweh langsung melanjutkan perjalanan, tepatnya pukul 6 pagi melanjutkan perjalanan untuk menembus jalur dengan tanjakan super. Ditanjakkan pertama langsung disuguhi pemandangan nan indah, terlihat pantai yang indah dari atas setelah melalui desa cisolok...
![]() |
| Pemandangan dari atas tanjakan setelah desa cisolok |

























